hypertropin

Mengenal Asuransi Kecelakaan Diri (Personal Accident)

Posted by afriyati | Uncategorized | Thursday 28 March 2013 3:43 am

Asuransi kecelakaan diri (personal accident) adalah jenis asuransi yang cukup populer. Iklan produk asuransi ini banyak kita lihat di surat kabar, internet, bahkan televisi. Kesederhanaan fiturnya membuat asuransi ini dapat didistribusikan secara langsung tanpa melalui agen atau profesional keuangan lainnya.

Anda bisa mendapatkan asuransi kecelakaan sebagai polis yang berdiri sendiri atau sebagai produk tambahan dari polis asuransi utama. Ragam dan cakupan manfaat asuransi kecelakaan sangat bervariasi antar perusahaan. Kini bahkan ada produk asuransi kecelakaan diri yang memberikan perlindungan tambahan dari penyakit demam berdarah!

Berikut adalah beberapa jenis manfaat yang mungkin tercakup dalam asuransi kecelakaan diri:

1. Santunan kematian akibat kecelakaan (accidental death)

Jika Anda meninggal karena kecelakaan apa pun, maka ahli waris Anda akan menerima santunan sejumlah uang tertentu. Asuransi ini seperti asuransi jiwa berjangka/eka waktu namun hanya mencakup perlindungan kematian akibat kecelakaan. Kematian akibat penyakit tidak dijamin.

Karena kemungkinan meninggal akibat kecelakaan jauh lebih kecil dibandingkan meninggal akibat penyakit, tarif premi untuk perlindungan ini sangat murah. Jika Anda memiliki kesehatan yang prima, Anda dapat berhemat banyak dengan membeli polis kematian karena kecelakaan.

2. Santunan tunai

Asuransi kecelakaan dapat membayarkan sejumlah uang tunai (lumpsum) jika Anda mengalami cacat permanen akibat kecelakaan. Untuk memastikan bahwa Anda mengalami kecacatan permanen, biasanya diperlukan pernyataan dokter setelah masa tangguh.

Definisi cacat berbeda-beda antar polis. Ada polis yang membayarkan santunan ketika Anda mengalami kehilangan fungsi anggota badan (disability). Polis lain hanya akan membayar bila Anda kehilangan anggota badan (dismemberment). Bila merupakan manfaat tambahan dari asuransi kematian akibat kecelakaan, besarnya santunan biasanya dinyatakan dalam persentase santunan kematian. Misalnya, bila Anda kehilangan ibu jari dan jari telunjuk pada tangan yang sama, Anda akan mendapatkan 25 persen dari santunan kematian.

3. Tunjangan kecacatan

Jika Anda cacat atau ketidakmampuan sementara sehingga tidak bisa bekerja lagi, asuransi kecelakaan diri dapat memberi Anda tunjangan hidup bulanan dalam jumlah tertentu hingga Anda pulih atau sampai maksimal tertentu.

4. Jaminan kesehatan

Asuransi kecelakaan diri dapat memberikan biaya untuk evakuasi medis, perawatan kesehatan, dan rehabilitasi medis akibat kecelakaan sampai batas maksimal tertentu.

Sumber :http://solusiasuransi.com/mengenal-asuransi-kecelakaan-diri-personal-accident/

10 Pertanyaan Mengenai Asuransi Unit Link

Posted by afriyati | Uncategorized | Monday 25 March 2013 2:48 am

1. Apa beda asuransi unit link dengan asuransi tradisional?

Dalam polis asuransi tradisional, besarnya premi dan uang pertanggungan relatif tetap. Perusahaan asuransilah yang memutuskan di mana premi Anda akan diinvestasikan untuk mengakumulasi nilai tunai. Dalam polisasuransi unit link, baik premi maupun uang pertanggungan dapat fleksibel dan nilai investasi polis tergantung pada kinerja dana investasi yang Anda pilih. Pilihan risiko dan potensi keuntungan investasi berada di tangan Anda.

Pada beberapa produk asuransi unit link, Anda dapat menambah pertanggungan dan/atau investasi dengan membayar premi tambahan (excess premium) atau top up, baik untuk sekali bayar maupun secara reguler. Namun, peningkatan uang pertanggungan tersebut mungkin mengharuskan Anda mengajukan bukti insurabilitas tambahan.

2. Apakah saya bisa membayar premi asuransi unit link sekaligus?

Bisa. Biasanya perusahaan asuransi menyediakan beberapa produk unit link dengan variasi mode pembayaran premi, apakah akan dibayar sekaligus (premi tunggal) atau premi reguler (tahunan, semesteran, kuartalan atau bulanan melalui otodebet).

3. Apa yang disebut Unit,  Nilai Aktiva Bersih dan Nilai Investasi?

Dalam asuransi unit link, premi yang Anda bayarkan akan dipotong berbagai biaya terlebih dahulu, sisanya baru dialokasikan ke rekening investasi Anda. Besarnya bagian premi yang dialokasikan ke rekening investasi Anda dihitung dalam satuan unit. Setiap unit memiliki nilai yang disebut Nilai Aktiva Bersih yang angkanya berfluktuasi setiap hari, sesuai kondisi pasar. Jadi, bila misalnya bagian premi Anda yang masuk komponen investasi adalah Rp500.000,- dan Nilai Aktiva Bersih hari itu adalah Rp10.000,- maka Anda akan memiliki 50 unit investasi.

Nilai investasi adalah unit yang Anda miliki dikalikan Nilai Aktiva Bersih hari itu.

4. Bagaimana NAB dihitung?

Komponen investasi semua polis akan dikumpulkan ke masing-masing jenis dana sesuai alokasi investasinya, misalnya ke dana pasar uang atau dana ekuitas. Dana itu kemudian ditempatkan di instrumen-instrumen investasi yang dipilih pengelola dana (fund manager) yang ditunjuk perusahaan asuransi. Nilai dana investasi akan dihitung setiap hari, yang setelah dipotong biaya pengelolaan (management fee) akan dibagi dengan jumlah unit untuk menghasilkan Nilai Aktiva Bersih.

5. Mengapa nilai investasi saya kecil sekali dibandingkan premi yang dibayarkan?

Jangan terkejut, pada tahun pertama sebagian cukup besar dari premi Anda digunakan untuk biaya penerbitan polis dan biaya akuisisi (komisi agen, dll). Angkanya bisa mencapai 85% dari premi tahun pertama atau 5% dari premi tunggal. Biaya ini dikenal dengan nama biaya alokasi premi. Pada tahun-tahun berikutnya angka ini akan jauh berkurang sehingga semakin banyak bagian premi Anda yang dialokasikan ke investasi. Juga, semakin besar premi Anda, semakin kecil persentase untuk biaya alokasi premi. Beberapa perusahaan asuransi memisahkan secara transparan persentase komisi dari premi untuk pertanggungan dan untuk investasi.

Selain itu, Anda juga dapat dibebani biaya-biaya lain yaitu:

  • Biaya asuransi (cost of insurance). Ini adalah biaya untuk perlindungan asuransi jiwa dan asuransi tambahan (bila ada) yang besarnya tergantung usia, nilai pertanggungan, kondisi kesehatan Anda saat mulai pertanggungan, dll. Biaya ini dikenakan secara bulanan dan mengurangi unit investasi.
  • Biaya pengelolaan dana (management fee). Dikenakan sebagai imbal jasa pengelolaan dana investasi dan menjadi pengurang NAB. Biaya pengelolaan untuk dana ekuitas biasanya lebih besar dibandingkan untuk dana pasar uang atau pendapatan tetap.
  • Biaya administrasi polis. Dikenakan secara bulanan sebagai imbal jasa pengadministrasian polis Anda dan mengurangi jumlah unit.
  • Biaya penarikan dana (fund withdrawal charge). Dibebankan dalam rupiah bila Anda menarik sebagian atau seluruh unit investasi.
  • Biaya pemindahan dana (fund switching charge). Pemindahan unit investasi antardana untuk beberapa kali dalam setahun biasanya bebas biaya. Pemindahan berikutnya dapat dikenai biaya (dalam rupiah).
  • Biaya penambahan investasi (top up charge). Dibebankan dalam rupiah sebelum jumlah penambahan (top up) dikonversi ke dalam unit.

6. Mengapa begitu banyak biaya yang dikenakan?

Sebenarnya, dalam polis asuransi tradisional pun Anda dikenai bermacam-macam biaya namun karena jumlahnya disatukan dan tidak dilaporkan secara transparan, Anda mungkin tidak menyadarinya.

7. Bila tertanggung meninggal dunia, berapa besarnya manfaat asuransi yang diberikan?

Ada berbagai variasi dalam penghitungan manfaat kematian polis asuransi unit link. Tergantung pada polis Anda, jumlah yang diberikan bisa sama dengan:

Opsi a: Jumlah Tertentu (sama dengan Nilai Polis atau Face Value dalam asuransi tradisional).
Opsi b: Jumlah Tertentu dan Nilai Investasi

Polis yang memberikan manfaat kematian dengan opsi b memiliki premi yang lebih mahal daripada opsi a.

8. Bagaimana cara menilai kinerja investasi unit link saya?

Tunggulah sampai setidaknya dua atau tiga tahun untuk mengevaluasi kinerja investasi polis unit link Anda. Bandingkan NAB pada saat Anda masuk dan NAB terkini, hitung pertambahannya.

Bandingkan juga kinerja investasi dengan ilustrasi yang pernah Anda terima dari agen Anda. Apakah kinerja aktual investasi Anda lebih tinggi atau lebih rendah dari asumsi tingkat pengembalian (return) dalam ilustrasi?

9. Bagaimana bila saya berhenti membayar premi?

Bila Anda gagal membayar premi reguler yang jatuh tempo, polis Anda tidak akan batal (lapse) asalkan polis Anda masih memiliki cukup dana untuk membayar biaya asuransi dan administrasi bulanan yang dibebankan. Polis Anda akan menjadi batal ketika dananya tidak lagi mencukupi. Pada sebagian besar polis unit-link, Anda baru bisa menghentikan premi reguler tanpa menyebabkan lapse mulai tahun ke-3 dan seterusnya.

10. Bisakah saya menarik nilai investasi saya bila membutuhkan?

Bisa. Keuntungan dari asuransi unit link adalah Anda bisa menarik nilai investasi polis Anda tanpa harus membatalkan polis atau mengambil pinjaman polis (yang harus dikembalikan berikut bunganya). Biasanya perusahaan asuransi menetapkan besarnya minimal rupiah untuk setiap penarikan dan jumlah unit yang tersisa agar polis tetap berjalan.

Penarikan investasi akan menyebabkan Anda dikenai biaya/pinalti, yang biasanya persentasenya terus menurun seiring usia polis. Untuk kepentingan jangka pendek, mungkin lebih baik bagi Anda untuk mengajukan pinjaman polis daripada menarik unit investasi, bila fasilitas pinjaman ini diberikan.

Sumber : http://solusiasuransi.com/10-pertanyaan-mengenai-asuransi-unit-link/

Asuransi Syariah Masih Menyimpan Sejumlah Masalah

Posted by afriyati | Uncategorized | Thursday 14 March 2013 3:45 am

Asuransi berprinsip syariah di Indonesia masih memiliki beberapa masalah yang menghambat asuransi syariah berkembang. Karenanya, dibutuhkan identifikasi dan pembagian masalah secara bertahap. Angga Bratadharma

Bogor–Industri asuransi berprinsip syariah di Indonesia masih memiliki beberapa masalah yang menghambat asuransi syariah berkembang. Karenanya, dibutuhkan identifikasi dan pembagian masalah secara bertahap agar bisa diciptakan penyelesaian masalah yang tepat dan sesuai.

Demikian dikatakan Kepala Bagian Perasuransian Syariah Bapepam-LK Yatty Nurhayati, kepada wartawan, saat ditemui dalam Rapat Kerja Pengurus dan Media Gathering 2012, yang diadakan Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) di Bogor, Jawa Barat

“Masih ada beberapa masalah yang menghambat asuransi syariah. Itu datangnya dari para pelaku. Kami harap ini bisa diprebaiki”, tambanhnya.

Ia menerangkan, perrmasalahan yang ada itu, yaitu masih adanya penempatan dana jaminan usaha syariah yang belum dipisahkan, dan produk-produk investasi yang penempatan investasinya melampaui ketentuan pembatasan.

Selain itu, lanjutnya, mengenai produk yang dipasarkan, masih ada produk-produk asuransi yang telah dipasarkan, namun belum dilaporkan, lalu ada produk-produk asuransi yang telah dilaporkan, tapi belum disesuaikan dengan ketentuan PMK No. 18/PMK
010/2010.

“Kekhususan produk asuransi syariah belum disampaikan secara jelas pada saat dipasarkan”, tegas Yatty.

Selanjutnya, mengenai peran DPS dalam melakukan pengawasan, maka DPS dianggap Yatty belum berperan aktif dalam melakukan pengawasan penerapan prinsip syariah, dan juga belum menunjukkan keseriusan dalam penyususnan Laporan Hasil Pengawasan.

“Terahkir, masalah edukasi masyarakat tentang Asuransi Syariah masih minim keterlibatan para pelaku auransi berprinsip syariah dalam sosialisasi dan edukasi assuransi syariah. Karenanya perlu ditingkatkan”, tutupnya. (*)

Sumber : http://www.infobanknews.com/2012/04/asuransi-syariah-masih-menyimpan-sejumlah-masalah/

Makalah Asuransi Jiwa dan Beberapa Istilah Asuransi

Posted by afriyati | Uncategorized | Monday 11 March 2013 4:29 am

Makalah asuransi jiwa pada dasarnya adalah sebuah tulisan yang berisi beberapa hal yang menjelaskan tentang konsep asuransi jiwa. Tulisan tersebut berisi informasi yang lengkap, tentang berbagai hal yang ada dalam masalah asuransi. Khususnya untuk menjelaskan beberapa masalah tentang asuransi yang masih menimbulkan beberapa penafsiran di kalangan masyarakat.

Hal ini terkait dengan adanya kondisi bahwa asuransi belumlah terlalu populer di kalangan masyarakat. Selain itu, sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa asuransi adalah sebuah proses menggantungkan nasib selain kepada Tuhan.

Akibatnya, sebagian masyarakat Indonesia yang masih kental dengan kehidupan beragama, menolak asuransi karena dianggap sebagai sikap menyekutukan Tuhan. Di sinilah peran sebuah makalah asuransi jiwa, untuk bisa memberikan pemahaman secara utuh dan benar kepada masyarakat, tentang makna asuransi.

Dalam makalah asuransi, akan menyebutkan secara benar berbagai macam definisi atau pengertian asuransi dan beberapa istilah lainnya. Selain itu, di dalamnya juga diberikan gambaran singkat tentang proses asuransi dan konsep kerja asuransi itu sendiri. Dan yang paling utama dari sebuah makalah asuransi jiwa adalah harus mampu menunjukkan keuntungan atau manfaat yang bisa diperoleh masyarakat jika menjadi nasabah sebuah produk asuransi jiwa.

Dengan demikian, masyarakat akan bisa memahami dengan benar pengertian asuransi. Jika pemahaman yang benar ini bisa disampaikan, diharapkan kesadaran masyarakat untuk mengikuti asuransi bisa ditingkatkan. Sehingga apabila ada persepsi yang keliru pada sebagian masyarakat tentang asuransi, akan dengan cepat diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


Beberapa Istilah Asuransi Jiwa

 

Dalam makalah asuransi jiwa, ada beberapa hal yang harus dijelaskan kepada masyarakat, khususnya terkait dengan istilah-istilah yang ada dalam asuransi itu sendiri. Beberapa istilah dalam asuransi jiwa di antaranya :

  1. Penanggung : adalah sebuah istilah yang mengacu pada perusahaan asuransi.
  2. Pemegang polis, adalah seseorang atau badan yang melakukan perjanjian pertanggungan dengan penanggung. Dan pemegang polis ini berkewajiban membayar premi asuransi.
  3. Tertanggung adalah orang atau pihak yang pada dirinya diadaka perjanjian pertanggungan.
  4. Polis, adalah surat berharga yang berisi kontrak pertangguangan antara penanggung dengan pemegang polis.
  5. Ahli Waris yaitu orang yang ditunjuk oleh tertanggungb dan berhak menerima keuntungan asuransi jiwa yang diberikan oleh penanggung jika tertanggung meninggal dunia.
  6. Uang pertanggungan, adalah sejumlah uang yang nilainya sudah disepakatai dalam polis apabila dalam masa kontrak terjadis sesuatu pada tertanggung. Bila tertanggung meninggal, maka uang tersebut diserahkan pada ahli warisnya.
  7. Premi yaitu sejumlah uang yang diberikan kepada penanggung oleh pemegang polis sebagaimana dalam surat perjanjian kontrak.
  8. Nilai Tunai/ nilai tebus adalah sejumlah yang yang akan diberikan kepada tertanggung oleh penanggung jika dalam masa kontrak, tertanggung mengundurkan diri.
  9. Manfaat Asuransi adalah sejumlah uang yang sesuai perjanjian akan dibayarkan oleh penanggung kepada tertanggung jika semua syarat terpenuhi.
  10. Bonus, yaitu tambahan sejumlah uang selain yang dialokasikan oleh penanggung untuk keuntungan pemegang polis atau tertanggung.

Sumber : http://www.anneahira.com/makalah-asuransi-jiwa.htm

Pengertian Dasar Asuransi

Posted by afriyati | Uncategorized | Thursday 7 March 2013 2:27 am

“Asuransi atau Pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih , dengan mana pihak Penanggung mengikatkan diri kepada Tertanggung, dengan menerima premi asuransi, memberikan penggantian kepada Tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita Tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seorang yang dipertanggungkan”.

Pemahaman kita atas pengertian atau definisi tersebut diatas akan lebih lengkap apabila dibandingkan dengan pengertian tentang asuransi yang tercantum pada pasal 246 K. U. H. Dagang yang berbunyi sebagai berikut:
“Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian dengan mana Penanggung mengikatkan diri kepada Tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk penggantian kepadanya karena suatu kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tidak tentu”.

Unsur-unsur penting yang terdapat dalam kedua definisi tersebut adalah:

i)    Asuransi adalah suatu perjanjian
ii)    Premi merupakan pra-syarat perjanjian
iii)    Penanggung akan memberikan pergantian kepada Tertanggung
iv)    Kemungkinan terjadinya peristiwa tak tertentu atau peristiwa yang tidak pasti

Asuransi sebagai suatu perjanjian atau perikatan sebagaimana perjanjian lainnya tunduk kepada hukum perikatan (the law contract) sebagaimana tercantum dalam Buku Ketiga Kitab Undang-Undang Hukum Perdata tentang perikatan.

Untuk sahnya suatu perjanjian asuransi diperlukan 4 syarat, yaitu:
i)    Sepakat mereka mengikatkan dirinya
ii)    Kecakapan untuk membuat suatu perikatan
iii)    Suatu hal tertentu
iv)    Suatu sebab yang halal

Premi asuransi atau biaya ber-asuransi merupakan pra-syarat adanya perjanjian asuransi, karena tanpa adanya premi tidak akan ada asuransi (No premium No insurance).

Jadi, dengan kata lain, Asuransi adalah salah satu bentuk pengendalian risiko yang dilakukan dengan cara mengalihkan / transfer risiko dari satu pihak ke pihak lain (dalam hal ini adalah perusahaan asuransi).

Pengertian asuransi yang lain adalah merupakan suatu pelimpahan risiko dari pihak pertama kepada pihak lain. Dalam pelimpahan dikuasai oleh aturan-aturan hukum dan berlakunya prinsip-prinsip serta ajaran yang secara universal yang dianut oleh pihak pertama maupun pihak lain.

Sumber : http://www.infoasuransi.net/tentang-asuransi/142-pengertian-dasar-asuransi-.html

Hukum Asuransi dalam Pandangan Islam

Posted by afriyati | Uncategorized | Tuesday 5 March 2013 3:46 am

Hukum Asuransi dalam Pandangan Islam

Para ulama fiqih berbeda pendapat tentang hukum kehalalan sistem asuransi. Sebagian mengharamkannya, sebagain lagi menghalalkannya. Dan di antara keduanya, ada yang memilah hukumnya, dalam arti tidak semua haram atau halal, tetapi dilihat secara lebih detail dan luas.

Pendapat Yang Mengharamkan

1. Disimpulkan Bahwa Asuransi Sama Dengan Judi

Padahal Allah Subhanahu Wa Ta’ala dalam Al Quran telah mengharamkan perjudian, sebagaimana yang disebutkan di dalam ayat berikut:

Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah, “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfa“at bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfa“atnya.” (QS. Al Baqarah: 219)

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya khamar, berjudi,berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.(QS. Al Maidah: 90)

Karena menurut sebagian ulama bahwa pada prakteknya asuransi itu tidak lain merupakan judi, maka mereka pun mengharamkannya. Karena yang namanya judi itu memang telah diharamkan di dalam Al Quran.

2. Disimpulkan Bahwa Asuransi Mengandung Unsur Riba

Sebagian ulama lewat penelitian panjang pada akhirnya mnyimpulkan bahwa asuransi (konvensional) tidak pernah bisa dilepaskan dari riba. Misalnya, uang hasil premi dari peserta asuransi ternyata didepositokan dengan sistem riba dan pembungaan uang.

Padahal yang namanya riba telah diharamkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala di dalam Al Quran, sebagaimana yang bisa kita baca di ayat berikut ini:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman. (QS. Al Baqarah: 278)

Maka mereka dengan tegas mengharamkan asuransi konvensional, karena alasan mengandung riba.

3. Disimpulkan Bahwa Asuransi Mengandung Unsur Pemerasan

Para ulama juga menyimpulkan bahwa para peserta asuransi atau para pemegang polis, bila tidak bisa melanjutkan pembayaran preminya, akan hilang premi yang sudah dibayar atau dikurangi. Inilah yang dikataka sebagai pemerasan.

Dan Al Quran pastilah mengharamkan pemerasan atau pengambilan uang dengan cara yang tidak benar.

Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang bathil dan kamu membawa harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan dosa, padahal kamu mengetahui.(QS. Al Baqarah: 188)

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kami saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.(QS. An-Nisa“: 29)

4. Disimpulkan Bahwa Hidup dan Mati Manusia Mendahului Takdir Allah.

Meski alasan ini pada akhirnya menjadi kurang populer lagi, namun harus diakui bahwa ada sedikit perasaan yang menghantui para peserta untuk mendahului takdir Allah.

Misalnya asuransi kematian atau kecelakaan, di mana seharusnya seorang yang telah melakukan kehati-hatian atau telah memenuhi semua prosedur, tinggal bertawakkal kepada Allah. Tidak perlu lagi menggantungkan diri kepada pembayaran klaim dari perusahaan asuransi.

Padahal takdir setiap orang telah ditentukan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sebagaimana yang disebutkan di dalam Al Quran.

Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.(QS. Ath-Thalaq: 3)

Dan Kami tiada membinasakan sesuatu negeripun, melainkan ada baginya ketentuan masa yang telah ditetapkan. (QS. Al Hijr: 4)

Itulah hasil pandangan beberapa ulama tentang asuransi bila dibreakdown isinya. Ada beberapa hal yang melanggar aturan dalam hukum muamalah.

Pendapat Yang Membolehkan

Namun kita juga tahu bahwa ada juga beberapa ulama yang masih membolehkan asuransi, tentunya dengan beberapa pertimbangan. Antara lain mereka mengatakan

  1. Pada dasarnya Al Quran sama sekali tidak menyebut-nyebut hukum asuransi. Sehingga hukumnya tidak bisa diharamkan begitu saja. Karena semua perkara muamalat punya hukum dasar yang membolehkan, kecuali bila ada hAl hal yang dianggap bertentangan.
  2. Karena pada kenyataannya sistem asuransi dianggap dapat menanggulangi kepentingan umum, sebab premi-premi yang terkumpul dapat di investasikan untuk proyek-proyek yang produktif dan pembangunan.
  3. Asuransi telah nyata menyantuni korban kecelakaan atau kematian dalam banyak kasus, termasuk juga pada kerusakan atau kehilangan harta benda, sehingga secara darurat asuransi memang dibutuhkan.

Kriteria Asuransi Yang Halal

Asuransi sistem syariah pada intinya memang punya perbedaan mendasar dengan yang konvensional, antara lain:

  1. Prinsip akad asuransi syariah adalah takafuli (tolong-menolong). Di mana nasabah yang satu menolong nasabah yang lain yang tengah mengalami kesulitan. Sedangkan akad asuransi konvensional bersifat tadabuli (juAl beli antara nasabah dengan perusahaan).
  2. Dana yang terkumpul dari nasabah perusahaan asuransi syariah (premi) diinvestasikan berdasarkan syariah dengan sistem bagi hasil (mudharabah). Sedangkan pada asuransi konvensional, investasi dana dilakukan pada sembarang sektor dengan sistem bunga.
  3. Premi yang terkumpul diperlakukan tetap sebagai dana milik nasabah. Perusahaan hanya sebagai pemegang amanah untuk mengelolanya. Sedangkan pada asuransi konvensional, premi menjadi milik perusahaan dan perusahaan-lah yang memiliki otoritas penuh untuk menetapkan kebijakan pengelolaan dana tersebut.
  4. Bila ada peserta yang terkena musibah, untuk pembayaran klaim nasabah dana diambilkan dari rekening tabarru (dana sosial) seluruh peserta yang sudah diikhlaskan untuk keperluan tolong-menolong. Sedangkan dalam asuransi konvensional, dana pembayaran klaim diambil dari rekening milik perusahaan.
  5. Keuntungan investasi dibagi dua antara nasabah selaku pemilik dana dengan perusahaan selaku pengelola, dengan prinsip bagi hasil. Sedangkan dalam asuransi konvensional, keuntungan sepenuhnya menjadi milik perusahaan. Jika tak ada klaim, nasabah tak memperoleh apa-apa.
  6. Adanya Dewan Pengawas Syariah dalam perusahaan asuransi syariah yang merupakan suatu keharusan. Dewan ini berperan dalam mengawasi manajemen, produk serta kebijakan investasi supaya senantiasa sejalan dengan syariat Islam. Adapun dalam asuransi konvensional, maka hal itu tidak mendapat perhatian.

sumber : http://www.fimadani.com/hukum-asuransi-dalam-pandangan-islam/

Hukum Asuransi

Posted by afriyati | Uncategorized | Saturday 2 March 2013 3:24 am

1.    Bagaimanakah hukum asuransi dalam agama Islam? (‘Utsman, Kebumen)
2.    Apa hukumnya bila kita bekerja di perusahaan asuransi atau menggunakan jasa asuransi?
(Nama dan alamat email pada redaksi)

 

Dijawab Oleh:
Al-Ustadz Abu Abdillah Muhammad Al-Makassari

(more…)

Dasar-Dasar Hukum Asuransi

Posted by afriyati | Uncategorized | Wednesday 27 February 2013 3:48 am
A.                 DEFINISI DAN UNSUR ASURANSI

Menurut Ketentuan Pasal 246 KUHD, Asuransi atau Pertanggungan adalah Perjanjian dengan mana penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi untuk memberikan penggantian kepadanya karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan yang mungkin dideritanya akibat dari suatu evenemen(peristiwa tidak pasti).

Menurut Ketentuan Undang–undang No.2 tahun 1992 tertanggal 11 Pebruari 1992 tentang Usaha Perasuransian (“UU Asuransi”), Asuransi atau pertanggungan adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih dengan mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung dengan menerima premi asuransi untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin akan diderita tertanggung yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau untuk memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Berdasarkan definisi tersebut di atas maka asuransi merupakan suatu bentuk perjanjian dimana harus dipenuhi syarat sebagaimana dalam Pasal 1320 KUH Perdata, namun dengan karakteristik bahwa asuransi adalah persetujuan yang bersifat untung-untungan sebagaimana dinyatakan dalam Pasal 1774 KUH Perdata.

Menurut Pasal 1774 KUH Perdata, “Suatu persetujuan untung–untungan (kans-overeenkomst) adalah suatu perbuatan yang hasilnya, mengenai untung ruginya, baik bagi semua pihak maupun bagi sementara pihak, bergantung kepada suatu kejadian yang belum tentu”. (more…)

Mengenal Lebih Jauh mengenai Asuransi

Posted by afriyati | Uncategorized | Monday 25 February 2013 2:49 am

Di zaman sekarang ini, asuransi telah menjadi hal yang umum dan bahkan wajib untuk dimiliki. Namun, belum semua orang mengerti asuransi.

Dari sisi pengertian, asuransi adalah pertanggungan. Di sini ada perjanjian yang dibuat antara kedua pihak, yaitu penanggung dan tertanggung dalam sebuah ikatan. Ikatan di sini adalah bagi tertanggung maka harus membayar premi. Premi di sini adalah membayar uang kerugian ketiga tertanggung mengalami kerugian di suatu saat nanti, baik kerugian yang pasti maupun ketidakpastian.

Bagi penanggung maka harus memberikan suatu pembayaran uang berdasarkan asuransi yang diambil, misalnya asuransi jiwa (kesehatan atau meninggal dunia) atau asuransi kerugian (kebakaran, mobil, rumah, barang berharga, dan sebagainya).

Sementara pengertian asuransi berdasarkan Undang-Undang Hukum Dagang Bab 9 Pasal 246 yaitu suatu perjanjian antara pihak tertanggung dan penanggung, dengan menerima suatu premi untuk memberikan penggantian kepada pihak tertanggung karena suatu kerugian, kerusakan, atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau mungkin kerugian karena suatu peristiwa tertentu.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa asuransi merupakan:
1. Sebuah perjanjian
2. Ada syarat dalam sebuah perjanjian, yaitu membayar premi
3. Akan diberikan penggantian kepada tertanggung oleh penanggung
4. Ada kemungkinan bahwa peristiwa tidak pasti atau tidak tentu bisa terjadi

Sementara premi adalah biaya berasuransi yang menjadi prasyarat dalam perjanjian berasuransi. Karena tanpa adanya premi maka tidak akan ada asuransi (no premium no insurance).

Sumber : http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/10/16/09124341/Mengenal.Lebih.Jauh.mengenai.Asuransi

“Asuransi Kesehatan Karyawan” Memberikan Manfaat Persalinan

Posted by afriyati | Uncategorized | Thursday 21 February 2013 7:44 am

 

asuransi kesehatan karyawan 150x150 Asuransi Kesehatan Karyawan Memberikan Manfaat PersalinanAsuransi kesehatan karyawan adalah program asuransi kesehatan kumpulan yang memberikan perlindungan kesehatan secara menyeluruh ( comprehensive ) bagi karyawan anda dan keluarganya. program kesehatan karyawan ini biasanya merupakan asuransi tambahan (rider) atas asuransi dasar yaitu asuransi jiwa karyawan.

Dengan semakin meningkatnya biaya biaya penunjang kesehatan, penyediaan fasilitas asuransi kesehatan bagi karyawan anda menjadi salah satu hal penting untuk mengurangi kekhawatiran mereka mengenai masalah kesehatan bagi diri karyawan maupun keluarganya.

Perusahaan yang  jeli akan menggunakan “asuransi kesehatan karyawan’ ini sebagai sarana untuk meningkatkan loyalitas karyawannya, disamping itu karyawan juga akan senantiasa termotivasi untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka, karena karyawan anda akan semakin fokus kepada tugas dan kewajiban mereka ketika bekerja tanpa perlu mengkhawatirkan masalah kesehatan dirinya maupun keluarga.

Asuransi kesehatan karyawan yang disediakan biasanya meliputi :

  1. Rawat Jalan
  2. Rawat Inap termasuk tindakan pembedahan
  3. Hingga Persalinan

Salah satu keunggulan dari asuransi kesehatan karyawan ini bagi perusahaan adalah manfaatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan anda, artinya dapat disesuaikan dengan budget anda.


Next Page »